Ikan Layang menjadi Salah Satu Pemicu Inflasi di Berau Menjelang Nataru
KARTANEWS.COM, BERAU — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau melaporkan bahwa inflasi bulanan pada November 2025 kembali didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan, salah satunya ikan layang. Komoditas ini, dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Nataru serta gangguan pasokan akibat kondisi cuaca ekstrem yang rutin terjadi pada akhir hingga awal tahun.
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin menyampaikan bahwa inflasi bulan November 2025 di Berau mencapai 2,76 persen. Ikan layang menjadi komoditas dominan dalam mendorong kenaikan harga di kelompok tersebut, menunjukkan besarnya porsi ikan ini terhadap konsumsi harian masyarakat Berau.
Menurut keterangan dari data BPS dan Dinas Perikanan Berau, ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga dan menahan pasokan ikan layang di Berau, termasuk faktor cuaca dan kondisi alam.
Setiap memasuki periode Desember hingga awal tahun, perairan Berau kerap menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang ditandai oleh peningkatan intensitas hujan, angin kencang, dan gelombang laut tinggi. Bagi nelayan tradisional maupun armada kecil, kondisi tersebut sangat membatasi aktivitas melaut karena risiko keselamatan meningkat secara signifikan. Akibat permasalahan tersebut, penurunan pasokan ini langsung memicu kenaikan harga.
Fenomena terang bulan atau fase bulan purnama juga sebagai salah satu faktor alam yang berpengaruh besar terhadap hasil tangkapan ikan pelagis, termasuk ikan layang. Pada saat bulan terang, cahaya bulan membuat ikan lebih menyebar di perairan dan bergerak lebih dalam, sehingga lebih sulit ditangkap dengan alat tangkap tradisional.
Selanjutnya, Ikan layang memiliki karakteristik alami sebagai ikan pelagis kecil yang mudah rusak (perishable). Kandungan air pada dagingnya cukup tinggi sehingga proses pembusukan berlangsung lebih cepat dibandingkan beberapa jenis ikan lain. Bahkan ketika disimpan dalam suhu dingin, ikan layang hanya dapat bertahan dalam kondisi optimal selama waktu yang relatif singkat.
Keterbatasan ini membuat pedagang tidak dapat menahan stok dalam jumlah besar. Stok ikan di pasar sangat bergantung pada suplai harian atau suplai dari hari sebelumnya. Ketika pasokan dari nelayan berkurang karena cuaca atau fenomena alam, pedagang tidak mampu menutup kekurangan dengan menyimpan stok cadangan. Kondisi inilah yang membuat harga ikan layang sangat sensitif terhadap fluktuasi pasokan.
Ikan layang bukan komoditas yang stabil sepanjang tahun. Produksinya sangat dipengaruhi oleh musim penangkapan, pergerakan arus, dan suhu permukaan laut. Pada musim-musim tertentu, ikan ini muncul dalam jumlah melimpah, namun pada periode lain jumlahnya dapat menurun tajam.
Berdasarkan permasalahan yang ada, ketidakseimbangan ini memperlebar gap antara permintaan dan pasokan, sehingga mendorong kenaikan harga lebih cepat dibandingkan komoditas lain.
Mengapa Ikan Layang Menjadi Komoditas Paling Diburu?
Cita Rasa Gurih dan Disukai Berbagai Kalangan
Ikan layang memiliki rasa gurih dan tekstur daging yang lembut, sehingga menjadi salah satu bahan makanan favorit masyarakat pesisir, termasuk di Berau. Cita rasanya yang khas membuat ikan ini cocok diolah menjadi berbagai jenis masakan rumahan. Popularitas ini menjadikan ikan layang tidak hanya dikonsumsi oleh rumah tangga berpendapatan rendah dan menengah, tetapi juga menjadi pilihan bagi banyak warung makan dan pelaku usaha kuliner.
Harga Terjangkau Ketika Pasokan Stabil
Dalam kondisi normal, ikan layang merupakan salah satu sumber protein hewani dengan harga paling terjangkau. Hal ini membuat komoditas tersebut menjadi pilihan utama masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan pasokan lauk-pauk dengan frekuensi tinggi. Ketergantungan terhadap ikan layang semakin memikat karena perbandingan harganya yang lebih rendah dibandingkan ikan jenis lain seperti tongkol, kakap, atau bandeng.
Namun karakter ini pula yang menyebabkan gejolak harga berpengaruh besar terhadap inflasi, ketika komoditas yang dikonsumsi massal mengalami kenaikan harga, dampaknya langsung terasa pada pengeluaran rumah tangga.
Praktis dan Serbaguna di Dapur Rumah Tangga
Kelebihan lain dari ikan layang adalah kepraktisannya dalam pengolahan. Ikan ini dapat dimasak dengan berbagai cara, dapat digoreng sederhana, dibakar dengan bumbu khas pesisir, dijadikan pepes, hingga menjadi bahan baku sambal dan olahan perikanan lainnya. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan praktis bagi ibu rumah tangga dan pedagang kuliner.
Kombinasi antara kegemaran masyarakat, kebutuhan konsumsi harian, sifat komoditas yang mudah rusak, dan gangguan pasokan musiman menjadikan ikan layang komoditas yang hampir setiap tahun memberikan tekanan inflasi di Berau, terutama menjelang Nataru. (AUNI)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0